Rabu, 03 Mei 2017

Konsep Dasar Resusitasi

KONSEP DASAR RESUSITASI

A.      Resusitasi Jantung Paru
Resusitasi jantung paru-paru atau CPR adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas karena sebab-sebab tertentu. Resusitasi adalah tindakan untuk menghidupkan kembali atau memulihkan kembali kesadaran seseorang yang tampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi jantung dan paru, yang berorientasi pada otak.Perlu diperhatikan pada kasus korban pingsan karena kecelakaan, tidak boleh langsung dipindahkan, karena dikhawatirkan ada tulang yang patah. Biarkan ditempatnya sampai petugas medis datang. Berbeda dengan korban orang tenggelam dan serangan jantung yang harus segera dilakukan CPR.
CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan nafas yang menyempit atau tertutup sama sekali. Pada keadaan normal, oksigen diperoleh dengan bernafas dan diedarkan dalam aliran darah ke seluruh tubuh. Bila proses pernafasan dan peredaran darah gagal, diperlukan tindakan resusitasi untuk memberikan oksigen ke tubuh.
Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) merupakan prosedur pertolongan darurat tentang henti jantung dan henti nafas serta bagaimana melakukan RJP yang Benar sampai korban sadarkan diri atau sampai ada bantuan datang. Pada dasarnya "Resusitasi Jantung Paru" atau sering disingkat dengan "RJP" terdiri dari dua elemen, yaitu; kompresi dada dan mulut ke mulut (mouth-to-mouth) nafas buatan. Sebelum menolong korban, hendaklah menilai keadaan lingkungan terlebih dahulu :
1.    Apakah korban dalam keadaan sadar ? 
2.    Apakah korban tampak mulai tidak sadar, tepuk atau goyangkan bahu korban dan bertanya dengan keras "apakah anda baik-baik saja" ? 
Apabila korban tidak merespon, mintalah bantuan untuk menghubungi rumah sakit terdekat, dan mulailah RJP. Tindakan resusitasi didasarkan pada 3 pemeriksaan yang disebut langkah-langkah CAB resusitasi, yaitu :
  1. Circulation (peredaran darah)
  2. Airway (saluran nafas)
  3. Breathing ( bernafas)

B.       Prinsip CAB
Untuk memudahkan dalam mengingat prosedur melakukan RJP dikenal dengan metode "CAB", yaitu:
1.                            Circulation (Sirkulasi Buatan) 
Nilai sirkulasi darah korban dengan menilai denyut nadi arteri besar ( arteri karotis). Apabila terdapat denyut nadi maka berikan pernafasan buatan sebanyak 2 kali, dan apabila tidak terdapat denyut nadi maka lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali.
Posisi kompresi dada dimulai dari lokasi proc. Xyphoideus, dan tarik garis ke Cranial 2 jari di atas poc. Xyphoideus, dan lakukan kompresi pada tempat tersebut. Kemudian berikan 2 kali nafas buatan dan teruskan kompresi dada sebanyak 30 kali. 
Cek nadi dan nafas korban apabila :
·       Tidak ada nafas dan tidak ada nadi : teruskan RJP sampai bantuan datang. 
·       Terdapat nadi tetapi tidak ada nafas : mulai lakukan nafas buatan. 
·       Terdapat nadi dan nafas : korban membaik.
Kemungkinan Keberhasilan apabila terjadi keterlambatan :
·    1 menit : 98% dari 100% 
·   4 menit : 50% dari 100% 
·   10 menit : 1 dari 100%
Resusitasi dapat dihentikan bila :
·           Korban kembali sadar; dimana warna kulit berubah dari sianosis menjadi kemerahan, pupil akan mengecil, bila penyebab henti jantung adalah hipoksia maka jika berhasil maka denyut nadi spontan dapat di pulihkan. 
·           Korban dinyatakan mati; dimana bila setelah 30 menit tidak ada tanda aktivitas jantung atau tanda pernafasan spontan dan kedua pupil lebar tanpa reaksi terhadap cahaya (bila korban yang mengalami pendinginan maka resusitasi dilakukan sampai 1 jam). 
·           Apabila penolong lelah atau keselamatannya terancam.

2.  Airway (Jalan Nafas)
Posisikan korban dalam keadaan terlentang pada bidang yang datar dan keras (lantai), bila di atas kasur selipkan papan (tapi tidak efektif jadi lebih baik di letakkan di atas lantai). Periksa jalan nafas korban sebagai berikut :
·            Membuka mulut korban 
·            Masukkan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) 
·            Lihat apakah ada benda asing, darah (bersihkan jika ada)
Pada korban tidak sadar, tonus otot menghilang, sehingga lidah akan menyumbat laring. Lidah dan epiglotis penyebab utama tersumbatnya jalan nafas pada pasien tidak sadar. Lidah yang jatuh kebelakang (drop), menutupi jalan nafas.
·            Letakkan tangan penolong di atas kening korban dan tangan yang lain di dagu korban, tengadahkan dengan cara dongkrakkan kepala korban ke atas tekhnik ini disebut dengan "Head tilt-chin lift". 
·            Jika kita mencurigai adanya patah atau fraktur tulang leher/servikal, maka kita memakai cara "Jaw Trust" yaitu dengan cara penolong berada diatas kepala penderita dan mengangkat mandibula ke arah depan untuk menjaga servikal tetap pada posisi netral selama resusitasi. 
Chin Lift
·            Dilakukan dengan maksud mengangkat otot pangkal lidah ke depan
·            Caranya : gunakan jari tengah dan telunjuk untuk memegang tulang dagu pasien kemudian angkat.
Head Tilt
·            Dlilakukan bila jalan nafas tertutup oleh lidah pasien, Ingat! Tidak boleh dilakukan pada pasien dugaan fraktur servikal.
·            Caranya : letakkan satu telapak tangan di dahi pasien dan tekan ke bawah sehingga kepala menjadi tengadah dan penyangga leher tegang dan lidahpun terangkat ke depan.
·            Gambar tangan kanan melakukan  Chin lift ( dagu diangkat). dan tangan kiri melakukan head tilt. Pangkal lidah tidak lagi menutupi jalan nafas.
·  Jaw thrust
·  Caranya : dorong sudut rahang kiri dan kanan ke arah depan sehingga barisan gigi bawah berada di depan barisan gigi atas
3.  Breathing (Pernafasan)
Untuk melakukan pernafasan pada korban harus memperhatikan tiga  cara:
a.         Look : lihat gerakan dada mengembang atau tidak. 
b.         Listen : dengarkan suara nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak. 
c.         Feel : rasakan hembusan nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak. Jika tidak ada maka dapat kita lakukan nafas buatan mulut ke mulut atau mulut ke sungkup sebanyak 2 kali.






CHECKLIST RESUSITASI
 
 


















NO



A.    SIKAP DAN PERILAKU

1.       
Memberi salam kepada pasien dan keluarga dengan sopan dan ramah


2.       
Memperkenalkan diri


3.       
Menjelaskan maksud dan tujuan

4.       
Mencuci tangan di bawah air mengalir dan keringkan dengan handuk pribadi

5.       
Siapkan alat resusitasi

6.       
Gunakan sarung tangan steril

B.     ISI


CIRCULATION (C)


7
7
Nilai sirkulasi darah korban dengan menilai denyut nadi arteri besar ( arteri karotis). Apabila terdapat denyut nadi maka berikan pernafasan buatan sebanyak 2 kali, dan apabila tidak terdapat denyut nadi maka lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali.


8
Tidak ada nafas dan tidak ada nadi : teruskan RJP sampai bantuan datang. 


9
Terdapat nadi tetapi tidak ada nafas : mulai lakukan nafas buatan.


10
Hentikan resusitasi apabila (verbal)
1.     Korban kembali sadar; dimana warna kulit berubah dari sianosis menjadi kemerahan, pupil akan mengecil.
2.    Pasien dinyatakan meninggal; dimana bila setelah 30 menit tidak ada tanda aktivitas jantung atau tanda pernafasan spontan dan kedua pupil lebar tanpa reaksi terhadap cahaya (bila korban yang mengalami pendinginan maka resusitasi dilakukan sampai 1 jam). 


11
Mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir dan mengeringkan dengan handuk pribadi


AIRWAY (A)


12.   
Posisikan korban dalam keadaan terlentang

13.   
Membuka mulut pasien

14.   
Masukkan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah)

15.   
Lihat apakah ada benda asing, darah (bersihkan jika ada)

16.   
Jika pasien tidak sadar. Letakkan tangan penolong di atas kening pasien dan tangan yang lain di dagu pasien, tengadahkan dengan cara dongkrakkan kepala pasien ke atas tekhnik ini disebut dengan "Head tilt-chin lift". 

17.   
Jika kita mencurigai adanya patah atau fraktur tulang leher/servikal, maka kita memakai cara "Jaw Trust" yaitu dengan cara penolong berada diatas kepala penderita dan mengangkat mandibula ke arah depan untuk menjaga servikal tetap pada posisi netral selama resusitasi. 

BREATHING (B)

18.   
Look : lihat gerakan dada mengembang atau tidak. 

19.   
Listen : dengarkan suara nafas pasien pada mulut/hidung ada atau tidak. 

20.   
Feel : rasakan hembusan nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak. Jika tidak ada maka dapat kita lakukan nafas buatan mulut ke mulut atau mulut ke sungkup sebanyak 2 kali.

C.    TEKNIK

21.   
Melaksanakan perasat dengan sistematis

22.   
Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

23.   
Menjaga privasi




Selasa, 02 Mei 2017

Proses terjadinya kehamilan , pertumbuhan dan perkembangan janin

Asuhan Kehamilan Proses Terjadi Kehamilan Pertumbuhan Dan Perkembangan Janin Nama Kelompok : Icha Veronika 16150026 Ni Luh Enik Sumartini 16150027 Susan Juliana Sihombing 16150021 Eklyn Inggriani Sutanto 16150022 Marta Long Seng 16150031 Ria Anggela 16150030 Reni Setiyawati 16150038 Silvianur Sukmawati 16150013 Wina Dalianti 16150033 Gita Purnamasari 16150009 FAKULTAS ILMU KESEHATAN D3 KEBIDANAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 Proses Perkembangan pertumbuhan janin Bayi dalam kandungan, usia 1-40 minggu (1-9 bulan), mulai dari pertumbuhan sejak Bertemunya Sel Telur dengan Sperma, hingga Siap Lahir Ini adalah minggu permulaan, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 23 jenis kromosom manusia. Sel sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari. Sel ini akan bertemu dengan sel sel sperma dan memulai proses pembuahan. sekitar 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-2 : Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula. Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu 3: Sampai usia kehamilan 3 minggu, Mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-4 ( 1 bulan ): Hasil Pembuahan mulai  memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin – HCG), sehingga apabila melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-5 : Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-6 : Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-7  Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke 8 (2 Bulan) Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika bisa melihat ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan. bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-9 : Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun tak merasakannya. Dengan Doppler, bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-10 : Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-11 : Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-12 (3 bulan ): Panjang fetus 6-7 cm (crown rump length), dengan berat sekitar 14 gram Pusat pertumbuhan tulang mulai timbul pada seluruh tulang janin Jari-jari dan kaki mulai terbentuk Kulit dan kuku mulai terbentuk Janin mulai bergerak spontan Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. . Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-13 ( Akhir Trimester I / Pertama /awal): Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-14 : Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-15 : Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-16 ( 4 bulan ): Panjang fetus ± 12 cm dengan berat 110 g Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak, Tetapi tak perlu kuatir jika tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-17 : Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak coklat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-19 : Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.  Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia ke-20 (5 bulan): Berat janin mencapai sekitar 300 g panjangnya 14-16 cm dan tumbuh secara linier kulit janin sedikit transparan rambut kepala mulai terbentuk Setengah perjalanan telah dilalui, Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-21 : Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-22 : Indra yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-23 : Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan “berolahraga”, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-24 (6 bulan): Berat janin mencapai sekitar 630 gram Kulit terlihat mulai keriput dan ada deposit lemak Kepala masih terlihat besar, bulu mata dan alis mulai tampak Periode perkembangan paru, bronchus dan brochiolus melebar dan duktus  alveolus mulai terbentuk mendekati sempurna Janin yang lahir pada minggu ini akan dapat bernafas tetapi kemudian mati karena kantong terminal untuk pertukaran gas belum terbentuk. Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang Kulit bayi mulai menebal Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-25 : Bayi cegukan, Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-26 (trimester II ) Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-27 : Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-28 (7 bulan):  panjang janin 25 cm dengan berat 1100 g. Kulit tipis, merah diliputi oleh vernix kaseosa. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-29 : Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui). Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-30 : Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-31 : Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-33 : Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-34 : bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-35 : Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-36 ( 9 bulan): Panjang janin sekitar 32 cm, berat 2500 g Tubuh kelihatan lebih gemuk karena penumpukan lemak sub kutan, kulit keriput pada wajah telah menghilang Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Proses Perkembangan Pertumbuhan Bayi Janin dalam Kandungan usia Minggu ke-37 : Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan. Sumber : http://dr-kandungan.com/gambar-proses-bayi-janin-di-dalam-kandungan-perkembangan-pertumbuhan/

Tradisi di bali yang berhubungan dengan kebidanan

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR TRADISI YANG ADA DIBALI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIDANAN Disusun oleh : Nama : Ni Luh Enik Sumartini Nim : 16150027 Kelas : A13.1 FAKULTAS ILMU KESEHATAN D3 KEBIDANAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 Tradisi Yang Ada Dibali Nama Tradisi : Megedong – Gedongan KIA : Tradisi ini untuk kehamilan 6 – 7 bulan Bali Tujuan Tradisi : Untuk menyucikan janin dalam kandungan ibu Supaya janin dalam kandungan ibu sehat dan tidak ada gangguan dari hal – hal jahat Untuk menjaga keselamatan ibu selamat mengandung Urutan – urutan acara :  lbu yang sedang hamil terlebih dahulu dimandikan (siraman) di parisuda, dilanjutkan dengan mabyakala dan prayascita. Si lbu menjunjung tempat rempah-rempah, tangan kanan menjinjing daun talas berisi air dan ikan yang masih hidup. Tangan kiri suami memegang benang, tangan kanannya memegang bambu runcing. Si Suami sambil menggeser benang langsung menusuk daun talas yang dijinjing si Istri sampai air dan ikannya tumpah. Selanjutnya melakukan persembahyangan memohon keselamatan. Ditutup dengan panglukatan dan terakhir natab Makna yang terkait dalam kebidanan Upacara megedong –gedongan dilaksanakan untuk kehamilan sang ibu , yang bertujuan untuk menjaga kesehatan janin maupun kehamilan. untuk menyucikan diri lahir bathin (pamari sudha raga) dan memohon keselamatan dalam upaya peningkatan kehidupan spiritual menuju kebahagian baik di dunia maupun di alam niskala. Nama Tradisi : Upacara Jatakarma KIA : Bayi Baru Lahir Tujuan Tradisi : Upacara kelahiran bayi yang dilaksanakan ketika  sebelum tali pusar bayi itu terputus,jika tali pusar si bayi sudah terlanjur lepas,harus dibuatkannya suatu upakara yang bertujuan untuk membersihkan secara spiritual tempat-tempat suci dan bangunan-bangunan yang ada disekitarnya. Upacara Jatakarma dilaksanakan pada waktu bayi baru dilahirkan dan telah mendapat perawatan pertama. Upacara ini adalah sebagai ungkapan kebahagiaan atas kehadiran si kecil di dunia. Urutan – urutan acara : Bayi yang baru lahir diupacarai dengan banten dapetan, canang sari, canang genten, sampiyan dan penyeneng. Tujuannya agar atma / roh yang menjelma pada si bayi mendapatkan keselamatan. Setelah ari-ari dibersihkan, selanjutnya dimasukkan ke dalam kendil lalu ditutup. Apabila mempergunakan kelapa, kelapa itu terlebih dahulu dibelah menjadi dua bagian, selanjutnya ditutup kernbali. Perlu diingat sebelum kendil atau kelapa itu digunakan, pada bagian tutup kendil atau belahan kelapa bagian atas ditulisi dengan aksara OM KARA (OM) dan pada dasar alas kendil atau bagian bawah kelapa ditulisi aksara AH KARA (AH) . Kendil atau kelapa selanjutnya dibungkus dengan kain putih dan di dalamnya diberi bunga. Selanjutnya kendil atau kelapa ditanam di halaman rumah, tepatnya pada bagian kanan pintu ruangan rumah untuk anak Iaki-laki, dan bagian kiri untuk wanita bila dilihat dari dalam rumah. Makna yang terkait dalam kebidanan. Upcara Jatakarma ditujukan untuk bayi yang baru lahir sebelum tali pusar bayi itu putus dan saat telah mendapatkan perawatan pertama. Upacara ini melambangkan bahwa keluarga atau ibu dan ayah dari bayi tersebut menyambut kedatangannya di dunia ini. Dalam artian penerimaan orang tua bayi tersebut bahagia dengan adanya bayi itu. Nama Tradisi : Nelu Bulanin ( 3 Bulanan) KIA : Bayi berumus 3 Bulan Tujan Tradisi : Untuk melakukan pemujaan dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa supayan bayi diberkati dan supaya jiwa si bayi benar-benar menyatu dengan raganya. Upacara ini juga sekalian dalam memohon izin kepada Bumi Pertiwi supaya diperkenankan menginjakkan kaki di tanah. Urutan – Urutan Acara: dipimpin oleh seorang pandita yang biasanya digelar didepan rumah  dengan sesajen yang diletakkan di sebuah meja kecil. Sebelum upacara berlangsung, bayi dan orang yang mengikuti kegiatan upacara duduk dibelakang pimpinan upacara, lalu disiapkan daun dadap, benang dan kapas putih.  Pandita / Pinandita melakukan pemujaan, memerciki tirtha pada sajen dan pada si bayi. Bila si bayi akan memakai perhiasan-perhiasan seperti gelang, kalung dan lain-lain, terlebih dahulu benda tersebut diparisudha dengan diperciki tirtha. Doa dan persembahyangan untuk si bayi, dilakukan oleh ibu bapaknya diantar oleh Pandita / Pinandita. Si bayi diberikan tirtha pengening (tirtha amertha) kernudian ngayab jejanganan. Terakhir si bayi diberi natab sajen ayaban, yang berarti memohon keselamatan. Makna yang berkaitan dengan kebidanan Upacara nelu bulanin ini bertujuan untuk pembersihan dan menyatukan raga yang ada dalam bayi tersebut. Di dalam kebidanan pembersihan di lakukan menggunakan sebuah alat – alat kebidanan . sedangkan dalam tradisi ini menggunakan sesajen dan beberapa mantra .

Minggu, 30 April 2017

Standart dalam praktek kebidanan

ETIKOLEGAL Standar Pelayanan Kebidanan Disusun oleh : Nama : Ni Luh Enik Sumartini Nim : 16150027 Kelas : A.13.1 D3 KEBIDANAN FAKULTAS ILM KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017 STANDAR V : Kebijaksanaan dan Prosedur Pengelolaan pelayanan kebidanan memiliki kebijakan dalam penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan pegawai menuju pelayanan yang berkualitas. Mempunyai kebijakan tertulis tentang prosedur pelayanan dan standar pelayanan yang disahkan oleh pemimpin Mempunyai prosedur personalia : penerimaan pegawai konytak kerja, hak dan kewaiban personalia Mempunyai personalia pengajuan cuti pegawai, istirahat, sakit dan lain-lain. Mempunyai prosedur pembinaan pegawai. STANDAR VI : Pengembangan Staf dan Program Pendidikan Pelayanan kebidanan dalam pengelolaannya memiliki program pengembangan staf dan perencanaan pendidikan, sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Ada program ppembinaan staf dan program pendidikan secara berkesinambungan Ada program pelatihan dan orientasi bagi tenaga bidan / pegawai baru dan lama agar dapat beradaptasi dengan pekerjaan Ada data hasil identifikasi kebutuhan pelatihan dan evaluasi hasil pelatihan. STANDAR VII : Standar Asuhan Pengelola pelayanan kebidanan memiliki standar asuhan / menejemen kebidanan yang diterapkan sebagai pedoman dalam memberi pelyanan kebidanan kepada pasien. Ada standar menejemen kebidanan (SMK) sebagai pedoman dalam memberi pelayanan kebidanan. Ada format menejemen kebidanan yang terdaftar pada catatan medik Ada pengkajian asuhan kebidanan bagi setiap klien. Ada dianosa kebidanan. Ada rencana asuhan kebidanan. Ada dokumen tertulis tentang tindakan kebidanan. Ada evaluasi dalam memberi asuhan kebidanan Ada dokumentasi untuk kegiatan menejemen kebidanan. STANDAR VIII : Evaluasi dan Pengendalian Mutu Pengelolaan pelayanan kebidanan memiliki program dan pelaksaan evaluasi dan pengendalian mutu pelayanan kebidanan yang dilaksanakan secara berkesinambungan Ada program atau rencana tertulis penungkatan mutu pelayanan kebidanan. Ada program atau rencana tertulis untuk  melakukan penilaian terhadap standar asuhan kebidanan. Ada bukti tertulis dari risalah rapat sebagai hasil dari kegiatan/ pengendalian mutu asuhan dan pelayanan kebidanan Ada bukti tertulis tentang pelaksanaan evaluasi pelayanan dan rencana tindak lanjut Ada laporan hasil evaluasi yang dipublikasikan secar teratur kepada semua staf pelayanan kebidanan.

Makalah Kekuranan Energi Protein

BAB I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Kekurangan Energi Protein (KEP) akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein...